Fitriadi Diciduk Polisi?

Fitriadi Diciduk Polisi?

Fitriadi Diciduk Polisi?

Kedapatan sedang asik bermain judi online atau togel, Fitriadi (36) warga Desa Banua Binjai RT 10 RW 05 Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, ditangkap oleh Jatanras Satuan Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah, pada Senin (6/5/1019) dini hari tepat pukul 00.30 Wita.

Fitriadi ditangkap di kediamannya di Desa Banua Binjai RT 10 RW 05.

Ia ditangkap bersama barang bukti berupa, uang tunai Rp 595 ribu, satu unit smartphone berwarna putih, satu telepon genggam berwarna hitam, kartu anjungan tunai mandiri (ATM), serta buku tabungan.

Togel online ini diungkap setelah masyarakat melaporkan adanya permainan judi togel di sana.

Alhasil, dari laporan unit Jatanras Satresrim Polres Hulu Sungai Tengah, melakukan penyelidikan dan mendapati Fitriadi sedang bermain judi togel online melalui smartphone miliknya.

Fitriadi dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 25 juta.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo, mengatakan jika pengungkapan togel bisa terungkap karena peran serta masyarakat.

“Kami berterimakasih atas bantuan masyarakat sehingga judi togel di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dapat terungkap,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta kepada masyarakat yang mengetahui adanya perjudian untuk segera melaporkan ke polisi atau jajaran Polres Hulu Sungai Tengah.

“Kami tidak akan pernah berhenti untuk memerangi terhadap setiap tindak pidana,” tegasnya.



Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Karena Laporan Masyarakat, Asik Main Judi Togel, Fitriadi Diciduk Polisi, http://banjarmasin.tribunnews.com/2019/05/06/karena-laporan-masyarakat-asik-main-judi-togel-fitriadi-diciduk-polisi.
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Edinayanti

Fitriadi Diciduk Polisi?

Entah kenapa harus masyarakat yang melaporkan, Apakah Fitriadi ini merugikan uang masyarakat?
Sungguh kejadian yang aneh, memang sudah seharusnya Perjudian TOGEL ini diharamkan di indonesia. Namun yang tidak habis pikir mengapa masyarakat yang harus melaporkannya. Seharusnya masyarakat tidak terlalu mencampuri urusan orang lain. Terkecuali keluarga Fitriadi tersebut yang melaporkan karena tidak menafkahi ataupun alasan lainnya. Jika masyarakat tidak seharusnya mencampuri urusan pribadi sesama manusia lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *